Melayani Pembuatan Media Pengajaran Berbasis Multimedia

Tampilkan postingan dengan label Software AudioVisual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Software AudioVisual. Tampilkan semua postingan

BAN-BAP Propinsi Yogyakarta Akreditasi on-line

Mulai tahun 2012 BAN-BAP Yogyakarta sudah melaksanakan proses akreditasi secara online. Akreditasi dengan memanfaatkan teknologi dapat mempercepat proses data, akurasi terjamin dan penyimpanan data semakin mudah.

Pelaksanaan secara online dapat dilakukan oleh sekolah atau madrasah jenjang SMA, SMK dan MA serta sederajat. Ini dipilih dangan pertimbangan sekolah sudah memiliki infrastrukturnya. Seperti laborat komputer, operator internet dan jaringan internet.



Akreditasi Online bertujuan :
a. Mempercepat proses pelaksanaan akreditasi dengan menggunakan ICT
b. Meningkatkan efisiensi pelaksanaan akreditasi
c. Mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang diterapkan dalam proses akreditasi
d. Mempercepat proses komunikasi antara BAP-S/M dan sekolah/madrasah dalam proses akreditasi secara akurat dan profesional
e. Memanfaatkan SIA-S/M yang telah dikembangkan oleh BAN-S/M

Akreditasi Online diharap bermanfaat:
a. Meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas BAN-S/M dalam pelaksanaan akreditasi
b. Untuk mewujudkan badan akreditasi yang independen, maju, dan modern
c. Meningkatkan kemampuan sekolah/ madrasah dalam menggunakan ICT dalam proses akreditasi secara cepat, tepat dan akurat
d. Membawa perubahan di kalangan guru, siswa, dan orang tua dalam penggunaan ICT di sekolah/madrasah
Share:

PowerTools Lite 2011 Untuk Optima Komputer

PowerTools Lite adalah versi freeware Macecraft profesional, Perangkat Lunak paket kelas jv16 utilitas PowerTools, untuk membantu semua pengguna PC Windows dengan mudah





Namun efektif untuk memperbaiki kesalahan sistem dan menghapus data yang tidak perlu. PowerTools Lite adalah utilitas yang dirancang untuk menjadi solusi dalam membersihan PC dan memperbaiki kesalahan yang terjadi. Program ini akan mengoptimalkan sistem anda dan akan meningkatkan kinerja komputer anda.

PowerTools Lite memungkinkan pemilik PC untuk mendapatkan keuntungan dari sistem yang aman dan registri yang bersih. PowerTools Lite juga membersihkan data yang tidak perlu dari registri anda, MRU dan data sejarah dari semua aplikasi utama dan Windows itu sendiri, menghapus file sementara yang tidak perlu untuk membersihkan seluruh PC.

Software ini freeware sehingga gratis saat di gunakan, rumah dan komersial sama-sama dapat manfaat dari PowerTools Lite tanpa harus membayar untuk aplikasi ini, memungkinkan penghematan dalam memperbaiki registri yang sebanding dengan biaya menggunakan dukungan profesional TI.

Download di sini :
null
Share:

Software Percepat Copy (TeraCopy v2.2 + Serial Key)

TeraCopy adalah sebuah program yang dirancang kompak untuk menyalin dan memindahkan file pada kecepatan maksimum. Dengan TeraCopy v2.2 Final ini kita dapat merasakan sangat jauhnya perbedaan proses copy dan move dibandingkan dengan manual, teracopy memberikan kita banyak fitur diantaranya :




Copy files faster : TeraCopy menggunakan buffer yang disesuaikan secara dinamis untuk mengurangi pencarian berulang. Asynchronous copy mempercepat transfer file antara dua hard drive fisik.
Pause and resume file transfers. Jeda proses salinan setiap saat untuk membebaskan sumber daya sistem dan lanjutkan dengan satu klik.
Error recovery. Dalam kasus copy error, TeraCopy akan mencoba beberapa kali dandalam kasus lebih buruk hanya melewatkan file, tidak mengakhiri seluruh transfer.
Interactive file list. TeraCopy menunjukkan file gagal transfer dan memungkinkanAnda memperbaiki masalah dan hanya masalah recopy file.
Shell integration. TeraCopy dapat sepenuhnya menggantikan fungsi Explorer menyalin dan bergerak, yang memungkinkan Anda bekerja dengan file seperti biasa.

Full Unicode support.

Download di sini :
null
Share:

RA. KARTINI DAN KERESAHAN BERAGAMA

Kekaguman terhadap sebuah agama pada manusia setiap saat akan naik turun. Pada titik tertentu ada rasa “muak” karena ajaran Kitab Sucinya berbahasa asing sehingga menyulitkan bagi orang yang tidak tahu bacaan maupun artinya. Kalaupun tahu cara membacanya tetapi tidak tahu maksud dan maknanya. Kondisi tersebut terjadi saat ini, betapa banyak orang yang belum bisa baca al Qur’an dengan huruf arabnya, begitupula semakin banyak oran yang bisa membaca al Qur’an sebatas “membaca” tetapi tidak paham akan maksud dan maknanya. Belum lagi ini diperparah dengan begitu banyaknya orang yang belajar “Islam” hanya sebatas belajar membaca al Qur’an saja. Belajar agama cukup dengan lulus Iqra’ jilid 1 – 6 dari Taman Pendidikan al Qur’an. Ketika hanya menamatkan TPA yang didapat seseorang hanyalah cara membaca al Qur’an secara mendasar, tetapi belum sampai pada mengetahui kandungan dan maksud al Qur’an.

Pada puncaknya banyak umat Islam keluar dari ajaran al Qur’an dan Sunnah karena ketidatahuannya atas “content” dan “spirit” ajarannya. Bila ini yang terjadi maka yang berkembang dalam diri umat Islam adalah memahami nilai-nilai islam berfokus pada nilai Mitos dan Ideologis, bukan nilai Islam sebagai Ilmu yang bisa dipraktekkan sehari-hari. Keprihatinan ini sebenarnya sudah berlangsung lama dirasakan oleh umat Islam sendiri dan terungkap diantaranya pernyataan RA Kartini. Dia menyatakan, "Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya. Al Qur'an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Disini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur'an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yang dibacanya." [surat kepada Stella, 6 Nov 1899].
Pernyataan yang perlu digaris bawahi sebenarnya pada kalimat akhir bahwa: Disini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur'an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yang dibacanya."

Keresahan ini berlanjut dengan pernyataan dalam surat kepada orang Belanda juga: "Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902]



Keresahan ini mengukuhkan bahwa ketidaktahuan akan arti al Qur’an dan Sunnah yang notabene berbahasa Arab bisa membawa seseorang semakin malas untuk membaca dan mengkaji al Qur’an dan Sunnah. Pernyataannya sangat keras yang perlu digarisbawahi adalah: Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya.
Keresahan ini patut disyukuri karena RA Kartini tidak hanya menyampaiakan kepada orang Belanda saja tetapi disampaikan kepada seorang Kyai yaitu Kyai Sholeh Darat yang saat itu memberikan pengajian yang ”membumi” di kalangan ningrat di Kabupaten Demak. Setelah pengajian RA Kartini mengajak dialog dengan Kyai Sholeh Darat. Berikut kutipannya:

"Romo guru yang mulia," Kartini membuka maksud, "selama hidup saya, barulah kali ini ananda sempat mengerti makna surat al-Fatihah, induk al-Qur'an itu. begitu besar rasa syukur ananda kepada Allah SWT. namun sayang romo guru, ananda heran dan tak habis pikir, mengapa selama ini ulama kita belum menerjemahkan al-Qur'an dalam bahasa jawa? bukankah al-Qur'an merupakan petunjuk bagi segenap umat manusia?"

Kartini menarik napas dalam-dalam. suasana sunyi. Kiai Soleh Darat mendengar pertanyaan gadis pemberani itu.

"Teruskan anakku!", pancing Kiai Soleh Darat
"Jadi hemat saya, orang-orang jawa seperti saya perlu mengerti dan memahami isi kitab suci itu, terutama melalui jalan yang romo guru bentangkan tadi. apalagi ramanda saya (Bupati Jepara) ikut bersyukur atas minat ananda mendalami al-Qur'an"

"Baiklah, apakah ada pertanyaan lagi wahai anakku?" Kiai Soleh Darat masih menangkap gurat kegelisahan pada wajah kartini.

"begini romo guru, khusus tentang penerjemahan dan penafsiran al-Qur'an dalam bahasa jawa itu, apakah ada syarat-syarat bagi orang yang dianggap cukup sebagai ahli di bidang tersebut?"

"sungguh anakku Kartini, tidak sedikit bilangannya. syaratnya sungguh berat. antara lain, orang harus menguasai bahsa arab, yang khas dengan bahsa al-Qur'an lengkap dengan nahwu, sorof, badi', ma'ani, bayan, balaghah, istiarah, lengkap dengan keilmuan lainnya," terang Kiai Soleh Darat sambil tersenyum.

"tapi, bukankah romo guru sudah ahli dan menguasai ilmu-ilmu itu? maka sekarang ananda mohon sudi kiranya romo guru berkenan segera menulis untuk bangsa kita pada umumnya. nerupa kitab terjemahan dan tafsir al-Qur'an dalam bahasa jawa. sebab hal itu akan menjadikan mereka memahami bisikan kudus dari kitab tuntunan hidup mereka. dan, romo guru akan besar sekali jasanya."

Mendengar permintaan Kartini, raut wajah kiai tua itu berseri. seketika itu pula air mata Kiai Sholeh tumpah, menangis haru mendengar pinta perawan aristokrat itu.
Keresahan ini memberikan inspirasi bagi Kyai Sholeh Darat untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa secara tertulis. Pada hari pernikahan Kartini, Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim.

Keresahan RA Kartini ini memberikan inspirasi bahwa masih banyak lahan kosong yang belum tergarap oleh Da’wah Islam (baik dilihat dari content, maupun ceruk pasar Da’wah). Selama ini umat Islam masih asyik pada ceruk pasar yang sudah ada sehingga justru yang muncul adalah perebutan lahan da’wah. Wallahu a’lam.
Diambil dari berbagai sumber.
Share:

PEMERINTAH, KRITIK DAN DEFENSE MECHANISM

Saat ini, Pemerintahan SBY sibuk menangkis sesuatu yang kritis. Hal itu dimulai ketika ramainya Kasus Century. Penangkisnya tidak cukup juru bicaranya saja bahkan staf ahli presiden yang bukan bidangnya turut bicara. Seperti Andi Arief yang semestinya staf ahli presiden bidang bencana "turut serta" mengamankan pemerintahan majikannya. Semestinya staf ahli tersebut bekerja untuk menanggulangi bencana alam dan semacamnya, tetapi mengurusi yang bukan bidangnya. Lupalah pekerjaan utamanya, sehingga yang terkena bencana tetap saja menderita. Justru yang cepat bertindak atas bencana masyarakat adalah lmbaga masyarakat semacam PMI, media massa, dan lmbaga sosial lainnya. Pemerintah sangatlah terlambat, karena terlalu asyik dengan urusan politik.

Belum selesai tetang masalah tersebut, pemerintah disbut tukang bohong oleh Tokoh Agama dan Pemuda. Para tokoh menyebut 18 kebohongan pmrintahan SBY. 9 Kebohongan lama yang dicatat para aktivis yaitu: Pertama pemerintah mengklaim bahwa pengurangan kemiskinan mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal dari penerimaan beras rakyat miskin tahun 2010 mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan kesehatan bagi orang miskin (Jamkesmas) mencapai 76,4 juta jiwa. Kedua, Presiden SBY pernah mencanangkan program 100 hari untuk swasembada pangan. Namun pada awal tahun 2011 kesulitan ekonomi justru terjadi secara masif. Ketiga, SBY mendoronga terobosan ketahanan pangan dan energi berupa pengembangan varietas Supertoy HL-2 dan program Blue Energi. Program ini mengalami gagal total. Keempat, Presiden SBY melakukan konferensi pers terkait tragedi pengeboman Hotel JW Mariot. Ia mengaku mendapatkan data intelijen bahwa fotonya menjadis asaran tembak teroris.

Ternyata foto tersebut merupakan data lama yang pernah diperlihatkan dalam rapat dengan Komisi I DPR pada tahun 2004. Kelima, Presiden SBY berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir sebagai a test of our history. Kasus ini tidak pernah tuntas hingga kini. Keenam, UU Sistem Pendidikan Nasional menuliskan anggaran pendidikan harus mencapai 20% dari alokasi APBN. Alokasi ini harus dari luar gaji guru dan dosen. Hingga kini anggaran gaji guru dan dosen masih termasuk dalam alokasi 20% APBN tersebut. Ketujuh, Presiden SBY menjanjikan penyelesaian kasus lumpur Lapindo dalam Debat Calon Presiden Tahun 2009. Penuntasan kasus lumpur Lapindo tidak mengalami titik temu hingga saat ini. Kedelapan, Presiden SBY meminta semua negara di dunia untuk melindungu dan menyelamatkan laut. Di sisi lain Presiden SBY melakukan pembiaran pembuangan limbah di Laut Senunu, NTB, sebanyak1.200 ton dari PT Newmont dan pembuangan 200.000 ton limbah PT Freeport ke sungai di Papua. Kesembilan, tim audit pemerintah terhadap PT Freeport mengusulkan renegosiasi. Upaya renegosiasi ini tidak ditindaklanjuti pemerintah hingga kini.

Aktivis juga menyebut 9 kebohongan baru, yaitu: Pertama, dalam Pidato Kenegaraan 17 Agustus 2010 Presiden SBY menyebutkan bahwa Indonesia harus mendukung kerukunan antarperadaban atau harmony among civilization. Faktanya, catatan The Wahid Institute menyebutkan sepanjang 2010 terdapat 33 penyerangan fisik dan properti atas nama agama dan Kapolri Bambang Hendarso Danuri menyebutkan 49 kasus kekerasan ormas agama pada 2010. Kedua, dalam pidato yang sama Presiden SBY menginstruksikan polisi untuk menindak kasus kekerasan yang menimpa pers. Instruksi ini bertolak belakang dengan catatan LBH Pers yang menunjukkan terdapat 66 kekerasan fisik dan nonfisik terhadap pers pada tahun 2010. Ketiga, Presiden SBY menyatakan akan membekali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan telepon genggam untuk mengantisipasi permasalahan kekerasan. Aksi ini tidak efektif karena di sepanjang 2010, Migrant Care mencatat kekerasan terhadap TKI mencapai 1.075 orang. Keempat, Presiden SBY mengakui menerima surat dari Zoelick (Bank Dunia) pada pertengahan 2010 untuk meminta agar Sri Mulyani diizinkan bekerja di Bank Dunia. Tetapi faktanya, pengumuman tersebut terbuka di situs Bank Dunia. Presiden SBY diduga memaksa Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan agar menjadi kambing hitam kasus Bank Century. Kelima, SBY berkali-kali menjanjikan sebagai pemimpin pemberantasan korupsi terdepan. Faktanya, riset ICW menunjukkan bahwa dukungan pemberantasan korupsi oleh Presiden dalam kurun September 2009 hingga September 2010, hanya 24% yang mengalami keberhasilan. Keenam, Presden SBY meminta penuntasan rekening gendut perwira tinggi kepolisian.



Bahkan, ucapan ini terungkap sewaktu dirinya menjenguk aktivis ICW yang menjadi korban kekerasan, Tama S Langkun. Dua Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jenderal Timur Pradopo, menyatakan kasus ini telah ditutup. Ketujuh, Presiden SBY selalu mencitrakan partai politiknya menjalankan politik bersih, santun, dan beretika. Faktanya Anggota KPU Andi Nurpati mengundurkan diri dari KPU, dan secara tidak beretika bergabung ke Partai Demokrat. Bahkan, Ketua Dewan Kehomatan KPU Jimly Asshiddiqie menilai Andi Nurpati melakukan pelanggaran kode etik dalam Pemilu Kada Toli-Toli.Kedelapan, Kapolri Timur Pradopo berjanji akan menyelesaikan kasus pelesiran tahanan Gayus Tambunan ke Bali selama 10 hari. Namun hingga kini, kasus ini tidak mengalami kejelasan dalam penanganannya. Malah, Gayus diketahui telah sempat juga melakukan perjalanan ke luar negeri selama dalam tahanan.

Kesembilan, Presiden SBY akan menindaklanjuti kasus tiga anggota KKP yang mendapatkan perlakuan tidak baik oleh kepolisian Diraja Malaysia pada September 2010. Ketiganya memperingatkan nelayan Malaysia yang memasuki perairan Indonesia. Namun ketiganya malah ditangkap oleh polisi Diraja Malaysia. Sampai saat ini tidak terdapat aksi apapun dari pemerintah untuk nmenuntaskan kasus ini dan memperbaiki masalah perbatasan dengan Malaysia.
Kedelapan belas kebohongan ini tidak dijawab dengan tindakan dan langkah kongkrit tetapi justru menampik kebenaran. Kritik dijawab dngan defense mechanism, kritik dibalas dengan kritik yang tidak menjawab substansi masalah. Bahkan orang yang semestinya tidak menanggapi kritikan, ikut-ikutan mengkritik balik tokoh agama sebagai gagak hitam dengan pernyataan tokoh lintas agama yang menyebut Presiden Yudhoyono melakukan kebohongan, sebagai gagak hitam pemakan bangkai yang tampak seperti merpati berbulu putih.

Media sebagai alat penyampaian informasi itu kena getahnya karena dengan penambahan visualisasi fakta 18 kebohongan tersebut. Terutama media yang sering menyuarakan fakta kebenaran diancam oleh orang yang semestinya tidak menanggapi kritikan. Orang tersebut mengancam akan melakukan boikot terhadap media yang selalu memberitakan keburukan pemerintah. Boikot dilakukan dengan cara memutus iklan di media tersebut.
"Saya akan hubungi semua sekjen dan humas kementerian, jangan pasang iklan di situ".
Orang ini tidak sadar bahwa media yang mendidik masyarakat justru yang mencerdaskan rakyat melalui berita dan informasi tentang kebenaran bukan media yang hanya lebih banyak menampilkan sinetron saja yang tidak jelas jalan ceritanya.

Kekhawatiran Atas Pemerintahan SBY
Kalau pemerintahan SBY jilid 2 ini dipenuhi para penjilat yang hanya menyatakan yang baik-baik saja dan kritikan tidak dijawab sesuai dengan substansi kritiknya, maka rakyat hanya menunggu kejatuhan pemerintahan ini. Sudah banyak terjadi, kasus jatuhnya pemerintahan Soeharto disebabkan inner circle pemerintahan tidak pernah membaca realitas masyarakatnya.
Wallahu a'lam.
Share:

Memblokir Iklan dengan Adblock dan FlashBlock

Iklan menjadi bagian dari sebuah kemajuan bisnis yang berkembang saat ini. Kadang kala pengiklan kurang memperhatikan bentuk tayangan dan konten yang ingin disampaikan dengan media yang ada. Tentu semua orang akan merasa kurang nyaman dengan berbagai iklan yang ada, namun iklan adalah roh dari kegiatan sehari-hari baik di media cetak (Koran), media elektronika (TV, Radio) dan dunia maya (internet).
Khusus untuk iklan pada dunia maya (internet) bisa menyebabkan pengunjung bosan, juga membuat loading lebih lambat, dan bahkan ada yang membawa virus. Bagi pengguna awan tentu hal ini bias dianggap biasa, tetapi juga dapat menimbulkan efek negative yaitu tidak mau mengunjung situs tersebut yang menampilkan iklan yang mencul tiba-tiba atau istilahnya popup.
null Sebenarnya iklan jenis itu dapat diblokir dengan menggunakan addon bernama adBlock dan FlashBlock pada browser Mozilla Firefox. Untuk adBlock caranya adalah silahkan buka  http://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addons/adblock-plus, sedangkan untuk flashblock  di situs http://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addons/flashblock.

Cara menrestartnya di Mozilla adalah dengan menutup kemudian membuka kembali Mozilla anda. Jika proses ini berjalan benar dan baik scara cara otomatis program sudah terintegrasi dalam Mozilla dan akan memblock jenis iklan yang sering melayang (popup). Sedangkan untuk addons Flashblock cara menginstallnya adalah sama dengan adblock, hanya kerjanya lebih spesifik akan memblokir iklan-iklan yang menggunakan script dan flash animasi.
nullPada dunia maya menjadi dunia baru bagi pengiklan karena terus bertambahnya pengguna internet. Iklan terus akan mengejar dan menerkam komunitas-komunitas yang muncul dengan berbagai cara termasuk iklan popup tadi. Yang menjengkelkan adalah iklan yang sulit dihindari yang menggunakan sript, flash, hyperlink, tak terkecuali Google yang terkenal iklan Google adsense-nya yang memang banyak menjanjikan dan banyak yang terbukti dapat mendatangkan dollar. Namun tentu masalah etik iklan di dunia maya akan dengan sendirinya, karena inti iklan tujuannya adalah menyaampaikan pesan untuk pengunjung. Jadi iklan harus dibuat dan ditayangkan semenarik mungkin untuk membuat pengunjung membaca dengan perasaan senang, dan tujuan dari iklan tersampaikan.
Sumber://dari Kedaulatan Rakyat, Senin, 4 Juli 2011, halaman 15.
Share:

Oh … Hormon dan Psikologi

Terus terang saya agak kesulitan menjawab persoalan yang dilontarkan pada saya. Siang itu teman saya, perempuan-cantik, mempersoalkan tentang hormon dan kerekatannya dengan psikologi. Dia menunjukkan kepada saya letak kerekatan ilmu psikologi dengan (entah) sesuatu yang berhubungan dengan hormon: daya rekatnya, variabel kerekatannya, jenis kerekatannya, dan seberapa besar variabel kajian tentang hormon ini memiliki kontribusi terhadap keilmuan psikologi.

Sekali lagi ini persolan ini diluar jangkauan saya. Satu sisi saya tidak memiliki landasan keilmuan psikologi, sisi lainnya persoalan terlalu mendadak. Nah, tapi hari ini saya ingin menulis tentang tema itu. Alih-alih membantu teman saya tadi, tulisan ini merupakan pembelajaran bagi saya.



Tapi, tulisan ini lebih banyak melihat persoalan epistimologisnya ketimbang melihat struktur keilmuan psikologi maupun hormon (mungkin cabang biologi atau kedokteran).

Daya Rekat

Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang memiliki kondisi persis sama. Tak ada satu manusia pun di dunia yang segala sesuatunya sama persis.

Ilmu psikologi memetakan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan setiap manusia meliputi: faktor biologis & genetika (keturunan), faktor pola asuh, faktor lingkungan, faktor pendidikan, dan faktor pengalaman (perjalanan dan pengalaman hidup sehari-hari). Kita mencoba melihat faktor biologis dan genetika, ini terkait dengan persoalan hormon dengan psikologi tadi.

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh. Apabila sampai pada suatu organ target, maka hormon akan merangsang terjadinya perubahan. Pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang. Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual.

Sekarang terlihat jelas polanya: hormon (bisa berupa kajian, teori, ataupun hukum) memiliki daya rekat, terutama pada pembentukan manusia yang unik. Daya rekatnya (hormon & psikologi) akan terlihat pada teori perkembangan psikologi, penampakan tanda- tanda sekunder pada manusia dan lainnya dan seterusnya. Rekat???? Iya keduanya akan memunculkan peran untuk menjelaskan sebuah fenomena. Misal, penampakan tanda-tanda sekunder pada manusia merupakan hasil dari produksi hormon tertentu, tapi pada saat bersamaan banyak gejala-gejala psikologis yang tampak di sana.

Variabel Kerekatan

Kalau keduanya rekat (hormon dan psikologi), lantas variabel mana saja yang membuat keduanya rekat. Sebelum jauh, saya mau bertanyan, apakah Anda pernah terkena sakit sariawan? Apa yang Anda lakukan?

Mungkin kita pernah berfikir sariawan terjadi karena kuarang vitamin C. Padahal sariawan tidak berhubungan langsung dengan asupan vitamin C yang kurang, tetapi dengan vitamin B12 (folat). Vitamin C membantu proses penyembuhannya. Padahal sariawan yang selalu dikaitkan dengan panas dalam oleh masyarakat, dapat merupakan manifestasi bermacam-macam penyakit. Bisa diakibatkan oleh berbagai faktor. Paling sering disebabkan kekurangan sayur-mayur dan buah-buahan. Luka akibat penyikatan gigi atau makanan yang keras dan tajam pun dapat menyebabkan sariawan. Stres dan hormon dapat menjadi faktor pemicu. Tidak sedikit orang yang sariawannya kambuh hampir tiap bulan atau setiap menjelang haid.

Baik, variabel pertama yang kuat tampaknya pada hormon dan stres. Hormon memiliki pengaruh terhadap stres pada manusia. Hipertiroid, alias kelebihan hormon tiroid, mungkin Anda pernah mendengar. Gejalanya sering berkeringat, mudah marah, merasa selalu panas, denyut jantung meningkat dan pernapasan juga meningkat per menit merupakan contoh rekatnya variabel hormon dan stres ini.

Stres bukan hanya monopoli orang dewasa. Remaja atau anak muda pun bisa terkena hal serupa. Sementara banyak orang yang tipenya cuek dan santai, namun tak sedikit pula yang tipenya mudah drop jika tertimpa masalah. Ini menjawab variabel kedua, yaitu stres dan perkembangan hormon dalam tubuh manusia. Makanya, sering orang bilang untuk menghilangkan stres olahlah tubuh(tubuh penuh dengan hormon). Cara yang juga oke adalah dengan berolahraga. Olahraga tidak hanya baik untuk tubuh, tapi juga untuk pikiran.

Aktivitas fisik membuat tubuh melepaskan hormon endorfin yang bisa membuat merasa tenang dan nyaman. Selain olahraga, menghabiskan waktu dengan teman-teman juga menyenangkan.

Nonton, jalan-jalan ke mal atau makan di restoran bersama bisa membuat lebih santai sehingga stres terkendali.

Ah, saya sudah kehabisan nafas. Capai. Ditulis oleh : Teguh Triwiyanto, M.Pd
Share:

Lack of Understanding and Implementation of Attribution Theory inClassroom

Weiner’s attribution theory (1980, 1992) is probably the most influential contemporary theory with implications for academic motivation. It incorporates behaviour modification in the sense that it emphasizes the idea that learners are strongly motivated by the pleasant outcome of being able to feel good about themselves. Attribution theories of motivation describe how an individual, explains, justifies and/or excuses their own and other’s influences motivation (Woolfolk, 2004, p.354)

Bernard Weiner created the framework we use today in terms of achievement. According to Weiner, most of the causes to which students attribute their successes or failures can be characterized in terms of three dimensions: locus (location of the cause internal or external to the person), stability (whether the cause stays the same or can change), and responsibility (whether the person can control the cause).

Certain individuals in common class portray Attribution theories which are controlled in a negative light (Jessie Heath, 2007). Firstly, locus is related to an individual’s self-esteem. When a students’ learning failure is attributed to internal factors, self esteem can be diminished. Teacher doesn’t need to highlight that he or she was having difficultly with the Exposition task to the entire class, by asking one of the student’s work to others could also decrease one’s self-esteem. Another example shown in the classroom is most of the students lack a sense of self-esteem and competence. Students need a ‘re-assurance’. When a student is ‘unsure of herself’, and ‘reluctant to have a go Andrea is ‘frustrated ‘and ‘gives up easily if the work is too hard’.

Secondly, The stability dimension is related to expectations about the future. For example, when Ruth attributes her failure in a task, or subject to a stable factor such as subject difficulty, which is ‘external, stable and uncontrollable’ she is likely to presume she will fail that subject in the future. Thirdly, the controllability dimension is related to emotions. For instance when a student fails to complete task relating to Exposition text, he feels his failure is uncontrollable, and becomes aggressive, and angry. The student could feels helpless and is reluctant to attempt work he assumes he will not be able to complete tasks. Not producing any work is a major learning problem.



Must goal orientations that attainable

Goal orientations are patterns of beliefs about goals related to achievement in school. Goal orientations include the reasons we pursue goals and the standards we used to evaluate progress toward those goals (Woolfolk, 2004, p.359).

Goal setting has proven to be an effective way of ‘improving skills and striving to accomplish a task or activity’. By setting goals students are able to: - ‘direct their attention to the task at hand, mobilise effort, increase persistence and promote development of new strategies’ (Woolfolk and Margetts, 2007, p. 383). The lack of goal setting for the activity had a direct impact on the motivation of the students.

There are four main goal orientations –mastery (learning), performance (looking good), work-avoidance, and social (Murphy & Alexander, 2000; Pintrich & Schunk, 2002, as cited in Woolfolk, 2004, p.359). The main problems arisen in a classroom are the teacher is too goal oriented and the lack of goal setting for the activity had a direct impact on the motivation of the students. Firstly, teacher only wants to see the final result that the student able to go the high school with high mark. It seems that she disregard the process of learning and improving the student skills and knowledge in the classroom. She only wants a good result in reading, writing, math and other subject. Secondly, she set up the students with performance goals. The children found it difficult to relate to the subject, they misunderstand the topic and were unable to master the task; therefore students are made to look stupid and are no longer motivated to try next time.

*) Yusdi Maksum (yusdi.maksum@yahoo.com.au) The author currently studies Postgraduate Diploma in Education at The University of Newcastle Australia, graduated from University of Yogyakarta State.
Share:

Label

Artikel (14) Belajar Media Kreatif (10) Media Pengajaran Interaktif (10) Media Pengajaran Kreatif (10) Media Pengajaran Multimedia (10) Pelatihan Mencipta Media (10) Software AudioVisual (8) Tutorial Media (6) Contoh Media (5) Data Workshop Media Pengajaran (5) Hasil Penelitian Media Pengajaran (3) Tempat Kegiatan Workshop (2) Akreditasi Madrasah (1) Akreditasi Sekolah (1) Attribution Theory in Classroom (1) BIMTEK PTK (1) Belajar Kreatif Mediatama Ngajnuk (1) Belajar Kreatif Mediatama Tulungagung (1) Belajar kreatif Tuban (1) Bimbel Les Skolastik (1) Bimbel TPS SBMPTN (1) Jadwal Kegian BKM (1) Kegiatan Belajar kreatif Ngawi (1) Kegiatan Bimbtek PTK (1) Kontak Belajar Kreatif Mediatama (1) Les Baca (1) Les Calistung (1) Les TPA SBMPTN (1) Lokasi Kegiatan Belajar Kreatif (1) M.Pd (1) Media Belajar Kreatif (1) Pelatihan Media Tulungagung (1) Pembuat Media Belajar di Trenggalek (1) Pembuatan Media Negara (1) Pengajaran Efektif (1) Privat Bimbel SBMPTN (1) Psikologi daya rekat (1) Seminar Media Belajar Negara (1) Seminar Media Belajar Ngajuk (1) Seminar di Ngawi (1) Seminar di Tulungagung (1) Tempat Privat SBMPTN (1) Workshop Belajar Kreatif Negara (1) Workshop Media Belajar Ngajuk (1) Workshop Media Belajar Ngawi (1) Workshop Media Belajar Tuban (1) Workshop Media Tulungagung (1) Workshop di Trenggalek (1) Yoko Rimi (1) academic motivation (1) adblock iklan (1) akreditasi online (1) akreditasi sekolah madrasah (1) anggaran pendidikan (1) bap (1) domain internet (1) domain nama negara (1) flashblock iklan (1) ikatan sosial rakyat (1) jenis media pengajaran (1) keunggulan rsbi (1) kritik mendidik (1) kualitas pendidikan (1) kualitas rsbi (1) kurikulum pendidikan (1) major learning problem (1) media pendidikan (1) media pengajaran (1) mru (1) pendidikan dari kiritk (1) pendidikan kartini (1) pendidikan liberal (1) pendidikan rsbi (1) power tools (1) power tools lite (1) proses akreditasi online (1) recopy file (1) rsbi mahal (1) sejarah media pengajaran (1) sekolah rsbi (1) sense of completion (1) sifat media pengajaran (1) teracopy (1)

Artikel Media

GAMBAR ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

GAMBAR ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Zulaikhah Zulaikhah   Abstract   Abstrak Media gambar animasi yang berupa fil...