Melayani Pembuatan Media Pengajaran Berbasis Multimedia

5 Cara Efektif Belajar di Tempat Les TPA SBMPTN

Les TPA SBMPTN termasuk salah satu tempat yang saat ini banyak dicari. TPA sendiri singkatan dari Tes Potensi Akademik yang menjadi bahan soal paling banyak. Terutama dalam ujian SBMPTN. Materi yang diberikan juga cukup lengkap, mulai dari penalaran matematis, verbal, logika sampai pola gambar.

Cara Efektif Les Bimbel TPA SBMPTN
1.      Kenali Tipe Soal
Saat Anda belajar soal-soal, perlu mengenali soal TPA itu sendiri. Terdiri dari beberapa tipe soal seperti verbal, numerik, figural dan logika. Pada tipe verbal, Anda akan dihadapkan dengan 2 kata dan memiliki hubungan tertentu. Berupa antonim, sinonim dan analogi.


Aku berharap sekali bisa masuk ke jenjang pendidikan yang lebih baik.  Saya memilih universitas yang berkualitas, jurusan yang prospekrif, kalau bisa dekat dengan rumah.


2.      Belajar Mengerjakan Soal Dengan Fokus
Soal TPA ini tidak dirancang diselesaikan dengan rumus rumit, tapi mengukur logika berpikir dalam menyelesaikan permasalahan dan dalam waktu yang terbatas. Oleh karena itu, di tempat les Anda juga perlu belajar untuk tenang dan fokus dalam mengerjakan soal.
3.      Pembagian Waktu

Saat mengerjakan soal TPA, strategi sangat diperlukan. Terutama dalam mengalokasikan waktu pengerjaan. Jadi sangat perlu berlatih secepat mungkin saat mengerjakannya. Misal dengan target 1 soal selama 30 detik dan lakukan latihan sesuai target.
4.      Latihan Mengerjakan Berbagai Soal
Tidak hanya cara-cara saat Les TPA SBMPTN tersebut yang penting dilakukan. Dengan berlatih setiap hari dan sering mengerjakan soal TPA SBMPTN. Maka Anda akan semakin lancar dalam mengerjakan soal yang diberikan saat tes.
5.      Jaga Kondisi Kesehatan

Hal yang tidak kalah penting dengan menjaga dan memastikan kesehatan Anda tetap terjaga. Baik kesehatan fisik atau psikis, karena selama mengerjakan soal tubuh prima sangat diperlukan. Jangan lupa juga untuk berdoa supaya semua berjalan lancar, Anda dapat lolos tes SBMPTN dan mendapatkan jurusan yang diinginkan.

Tipe-Tipe Soal yang Diujikan
1.      Tipe Verbal
Tipe verbal ini sebelumnya sudah dijelaskan di atas, Anda akan berhadapan dengan 2 kata yang memiliki hubungan tertentu. Berupa antonim, analogi dan antonim. Bisa juga menemukan kata yang asing dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu Anda perlu memperbanyak bahan bacaan dan persiapkan segala hal dengan baik dengan les di tempat Les TPA SBMPTN.
2.      Tipe Numerikal

Pada tipe numerikal ini, Anda akan berhadapan dengan operasi aritmatika dan barisan angka. Biasanya berupa soal operasi aritmatika yang terlihat sulit, terdapat pangkat atau akar. Tapi sebenarnya mudah jika Anda mengetahui solusinya dengan baik.
3.      Tipe Figural dan Logika Proposisi

Pada tipe figural, Anda akan melihat pola pada beberapa barisan bergambar. Sedangkan pada tipe logika proposisi, Anda akan diberikan beberapa premis. Anda juga akan diminta untuk mencari kesimpulannya. 

Baca juga  Mengapa Mahasiswa Harus Mengambil Jasa Olah Data Skripsi


Jadi jika Anda sedang bingung memilih tempat les, dapat memilih kami yang merupakan tempat les terbaik. Kami adalah tempat kursus/private terbaik yang telah memberikan Les TPA SBMPTN untuk anak Anda. Salah satunya di Nusagama Jogja, yang memiliki pengajar terbaik dan profesional untuk memberikan pelajaran kepada anak Anda
Share:

Apa Saja Manfaat Ikut Progam Privat SBMPTN Sebelum Ujian?

Perguruan Tinggi Negeri atau PTN masih menjadi incaran para lulusan SMU dan SMK hingga sekarang. Tak jarang mereka ikut Les PrivatSBMPTN sejak awal duduk di kelas XII agar bisa lolos masuk PTN idaman. Begitu juga dengan para orang tua yang anaknya sudah memasuki tahap akan kuliah pasti lebih mengharapkan mereka bisa masuk ke universitas negeri karena selain akan terlihat mentereng juga biayanya lebih murah. Privat Bimbel SBMPTN, Tempat Privat SBMPTN, Bimbel Les Skolastik 

Adalah hal yang wajar jika orang tua juga ikut sibuk mempersiapkan segala hal untuk mendukung kuliah anak-anaknya nanti. Orang tua tidak segan mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk les privat anak-anaknya. Orang tua juga akan aktif memilih lembaga les privat yang terbaik agar hasilnya juga sesuai harapan. Sebenarnya apa bedanya ikut les privat atau tidak bagi putra-putri Anda menjelang masuk bangku kuliah? 

Manfaat Ikut Les Privat SBMPTN Bagi Calon Mahasiswa

  1. 1.      Menambah Bank Soal

Salah satu kunci untuk sukses adalah rajin melatih kemampuan. Kalau ingin lebih sukses dan mudah menaklukkan soal-soal tes maka rajinlah untuk mengerjakannya. Jika ikut privat SBMPTN maka anak-anak akan mendapatkan buku-buku latihan soal yang akan memudahkan mereka untuk berlatih. Bahkan banyak soal-soal tes ujian SBMPTN yang nyatanya memang tidak jauh berbeda dari latihan soal diberikan oleh lembaga les.

  1. 2.      Bisa Lebih Paham Dengan Soal-soal

Memang latihan soal bisa dilakukan sendiri di rumah tetapi masalahnya adalah ketika siswa atau anak-anak menemui kesulitan mereka tidak tahu harus bertanya kepada siapa.
Di sekolah mungkin mereka akan segan jika akan bertanya kepada gurunya saat ada materi soal yang belum dipahami. Tetapi di tempat les privat yang suasanya lebih santai mereka bisa bertanya dan berdiskusi dengan para guru atau tentor kalau ada soal yang sulit untuk dikerjakan. Privat Bimbel SBMPTN, Tempat Privat SBMPTN, Bimbel Les Skolastik

  1. 3.      Mengetes Kemampuan Diri

Mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri ibarat masuk ke medan perang yang kita tidak bisa memperkirakan berapa jumlah lawan yang ada. Kita juga tidak bisa mengetahui seberapa kuat kemampuan lawan. Lalu apa yang bisa dilakukan? Bantu putra putri Anda untuk bisa lebih meningkatkan potensinya. Dengan meningkatkan kemampuan diri maka mereka akan lebih bisa bersaing dengan orang lain yang memperebutkan tempat yang sama.
Ikut les privat SBMPTN maka anak-anak bisa mengetahui seberapa besar kemampuan mereka dengan try out yang dilakukan. Biasanya lembaga les privat atau bimbingan belajar akan secara berkala melakukan uji coba atau try out. 


Tujuannya adalah untuk mengukur seberapa efektif metode pengajaran yang diberikan terhadap kemampuan akademik para siswa. Dengan begitu maka bisa dilakukan evaluasi menyeluruh agar mendapatkan hasil yang terbaik. Anda bisa mendapatkan info tentang manfaat ikut les privat SBMPTN dengan menghubungi kami.
Share:

Perhatikan Ini Sebelum Memutuskan Anak Les Calistung

Sejauh ini, lembaga les calistung masih dianggap sebagai salah satu tempat terbaik yang bisa dijadikan alternatif untuk meningkatkan keterampilan membaca, menulis serta berhitung pada anak. Anggapan tersebut sebenarnya tidaklah berlebihan karena pada kenyataannya lembaga les semacam ini sangat membantu para orang tua, agar anak bisa lebih siap saat harus masuk sekolah nanti.

Lembaga les seperti ini sekarang tidak hanya tersedia di kota-kota besar saja, tetapi di kota-kota kecil juga ada. Anda pun bisa memanfaatkannya jika Anda merasa tidak mampu mengasah kemampuan anak dalam tiga keterampilan dasar tersebut sendiri karena berbagai alasan. 



Pun demikian, Anda tidak boleh gegabah memasukkan anak begitu saja, karena ada 2 hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelumnya, yaitu.
2 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Anak Ikut Les Calistung
1.      Perhatikan Usia Anak
Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah usia anak. Berdasarkan keterangan dari seorang psikolog anak, yakni Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, membaca, menulis serta berhitung itu sebaiknya mulai diajarkan ketika anak sudah mencapai usia sensitif, yaitu 5 – 6 tahun, karena pada usia ini umumnya anak lebih mudah dalam belajar.
Pun demikian harus diingat juga bahwasanya anak-anak usia 5 tahun sampai 6 tahun itu sebaiknya mempunyai porsi bermain yang lebih besar dibandingkan dengan porsi belajarnya. Hal ini dimaksudkan supaya anak-anak tidak merasa stres karena beban belajar yang mereka terima. Akan lebih baik lagi jika proses belajar tersebut dilakukan dengan cara bermain.
Ada baiknya juga jika orang tua tidak menyerahkan masalah belajar membaca, menulis serta berhitung ini pada guru les sepenuhnya. Sangat disarankan agar orang tua ikut ambil peran dalam hal ini supaya hubungan antara orang tua dengan anak tetap terjaga dengan baik.

2.      Perhatikan Lembaga Penyedia Jasa


Hal penting yang harus Anda pikirkan selanjutnya adalah lembaga les calistung itu sendiri. Karena buah hati Anda itu masih masuk kategori anak-anak, sudah pasti Anda harus memilih lembaga les baca tulis hitung yang mampu memberikan suasana menyenangkan bagi anak.
Dengan demikian, anak tidak malas untuk menumbuhkan minatnya sendiri dalam hal membaca, menulis serta berhitung. Hindari lembaga les yang sifatnya memaksa anak, karena hal ini hanya akan membuat anak merasa terbebani dan stress. Akibatnya, anak akan menganggap bahwa les dan sekolah adalah dua hal yang tidak menyenangkan dan harus dihindari.

Pastikan pula bahwasanya guru yang tersedia dalam lembaga les calistung tersebut adalah guru yang sabar, suka dengan anak-anak dan sudah biasa berkecimpung dalam dunia anak-anak pula.
Nah, salah satu lembaga les yang memenuhi persyaratan tersebut di Jogja adalah Lembaga Yahya Nusagama Jogja Kursus/Private. Anda bisa memasukkan anak Anda dalam lembaga tersebut karena pihak mereka mempunyai sejumlah guru les calistung yang benar-benar kompeten dan bisa mengajarkan anak membaca, menulis serta berhitung dengan cara yang sangat menyenangkan
Share:

Kegiatan BIMTEK PTK Bimbingan Teknis Penelitian Tindakan Kelas

Kegiatan BIMTEK PTK Bimbingan Teknis Penelitian Tindakan Kelas (BIMTEK PTK)
Tempat Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

(Tanggal 20, 21, dan 27 April 2018)
Hari Ke-1  JUM'AT, 20 APRIL  2018 pukul 13.00-17.30  (6JP)
- PENGANTAR KARYA TULIS ILMIAH
- PEMBUATAN PROPOSAL PTK

Hari Ke-2  SABTU, 21 APRIL 2018 pukul 08.00-13.00 (6 JP)
- BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PROPOSAL PTK

- PENUGASAN (12JP)

Hari Ke-3  JUM'AT, 27 APRIL 2018 pukul 13.00-17.30 (6 JP)
- REVIEW HASIL PRAKTEK
- PEMBUATAN LAPORAN HASIL PTK

Pemateri
Pak Drs. Yoko Rimi, M.Pd ( Widyaiswara Utama LPMP)
Pak Agus Suharsono, M.Si (Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan)

Moderator
Drs. Witono, M.Kes (Widyaiswara BKKBN)

Info & Pendaftaran
1. Mulyanto, S.Pd ( 0817264270)
2. Wiwik Afifah, M.Pd (085737073301)
3. Dwi Rukminingsih, M.Pd.Si (085225361107)
4. Yahya Asngari, S.Pd (081215663955)

Formulir Pendaftaran
http://bit.ly/FormulirBIMTEK-PTK

Biaya peserta @ Rp 200.000,-
Bank transfer
1. BPD Syariah #801.211014164# a/n Mulyanto, SPD
2. BNI #0319405167# a/n  Yahya Asngari







Guru menjadi pengajar anak bangsa masa depan dengan menanamkan nilai karakter yang kuat.

Penyelenggara
DEWAN PENGURUS DAERAH
IKATAN ALUMNI UNY
Daerah Istimewa Yogyakarta
Share:

Workshop Media Pengajaran Berbasis Multimedia di Magelang pada 22 Juni 2010

Data Kegiatan Workshop Pembuatan Media Pengajaran Berbasis Multimedia di Magelang pada 22 Juni 2010. Workshop Media Pengajaran Berbasis Multimedia di Magelang pada 22 Juni 2010

Acara diikuti oleh  Guru Pendidikan dan tenaga kependidikan di wilayah Magelang.
Ini daftar pesertanya;

Adapun acara kami Workshop Pembuatan Media Pengajaran Berbasis Multimedia dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal
:  Selasa, 22 Juni 2010
Waktu  
:  08.00 – 15.00 WIB
Acara    
:  Workshop Pembuatan Media Pengajaran
Tempat
:  Gedung Serbaguna GKJ Magelang.
Alamat
:   Jl Tentara Pelajar no. 106 Magelang.

                                              
                                  .
                               
PENDAFTARAN LANGSUNG
Tempat
:  Lembaga Bimbel  NEUTRON Magelang.
Waktu  
:  15 s/d 22 Juni 201, 008.00 – 15.00 WIB
Alamat 
: Jl. A. Yani 136A, Magelang.
Kontak
:  Bpk. Tauhid,  HP. 081 5786 333 70.
Tempat Pelatihan
:  Gedung Serbaguna GKJ Magelang.
    Jl Tentara Pelajar no. 106 Magelang.

PENDAFTARAN MELALUI SMS
Ketik : Daftar: spasi (NamaKabupaten) spasi (AsalSekolah) spasi (Nama-namaPeserta).
kirim ke : HP. 085 643 555 XXX. (Khusus line SMS).
Contoh: DAFTAR: Kebumen  SD Sidowayah 1.GUNAWAN, 2.NURAINI,  3. LIA MAWATI
Pendaftaran via SMS, pembayarannya melalui transfer rekening    No.0029-01-002172-XXX  atas nama, Keuangan BKM, BRI Yogyakarta Cik Ditiro.  Bukti transfer asli dilampirkan pada formulir pendaftaran untuk selanjutnya ditukar dengan kuitansi asli yang sudah kami sediakan.  Atau dapat dilakukan di tempat pelaksanaan pada hari H di tempat acara dan akan dilayani mulai pukul 07.30 WIB.
Share:

Workshop Pembuatan Media Pengajaran di Klaten pada 24 Juni 2010

Workshop Pembuatan Media Pengajaran  bagi Pendidik  dan Tenaga Kependidikan (PTK)  di Klaten pada 24 Juni 2010  Dengan Program Macromedia Flash dan Swish Max. Workshop Pembuatan Media Pengajaran  di Klaten pada 24 Juni 2010


Acara Kegiatan

Hari / Tanggal
:  Kamis, 24 Juni 2010
Waktu  
:  08.00 – 15.00 WIB
Acara    
:  Workshop Pembuatan Media Pengajaran
Tempat
:  Gedung Shiroj Muhammadiyah  Klaten.
Alamat
:       Jl. Wijaya Kusuma no 8 Klaten.





Tempat Pendaftaran

Jam 08.00 – 13.00
Jam   13.00 – 16.30
Gedung/Kantor : Toko Shiraj  Klaten
Alamat                   : Jl. Wijaya Kusuma no 8 Klaten
Kontak Person                  : Bpk. Basuki, 
                               HP 085 647 064 910
Gedung/Kantor :  AAM  Klaten
Alamat                   : Jl. Andalas no 1 Klaten
Kontak Person                  : Bpk. Basuki, 
                                   HP 085 647 064 910



Jumlah Perserta Workshop:
Share:

Hasil Penelitian EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN IM3 DITINJAU DARIMOTIVASI BELAJAR



EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN IM3 DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR

Oleh

Handhika*

IKIP PGRI Madiun, Indonesia



Diterima: 4 Juli 2012. Disetujui: 2 Agustus 2012. Dipublikasikan: Oktober 2012



ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan media pembelajaran IM3 berbasis flash dan media MS. Power Point terhadap prestasi belajar IPA-Fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan media IM3 berbasis flash memberikan rata-rata prestasi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan power point. Siswa dengan motivasi belajar tinggi menghasilkan rata-rata prestasi lebih baik daripada siswa dengan motivasi belajar rendah, serta terdapat interaksi motivasi belajar dengan media pembelajaran terhadap prestasi belajar IPA-Fisika.









ABSTRACT

This study aims to determine differences in the use of flash-based IM3 learning media and MS media. Power Point to IPA-Physics learning achievement. Results showed that students who were taught using flash-based media IM3 gives an average performance better than students who were taught using the power point. Students with high motivation to learn the average yield better performance than students with low learning motivation, and there is interaction with the medium of learning motivation toward science learning achievement-Physics.



© 2012 Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNNES Semarang



Keywords:

IM3 Learning Media, Motivation to learn



Ingin membaca dan mempelajari lebih lanjut secara lengkap dapat dilihat pada sumber di bawah.



Sumber:

https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii/article/viewFile/2127/2228
Share:

BAN-BAP Propinsi Yogyakarta Akreditasi on-line

Mulai tahun 2012 BAN-BAP Yogyakarta sudah melaksanakan proses akreditasi secara online. Akreditasi dengan memanfaatkan teknologi dapat mempercepat proses data, akurasi terjamin dan penyimpanan data semakin mudah.

Pelaksanaan secara online dapat dilakukan oleh sekolah atau madrasah jenjang SMA, SMK dan MA serta sederajat. Ini dipilih dangan pertimbangan sekolah sudah memiliki infrastrukturnya. Seperti laborat komputer, operator internet dan jaringan internet.



Akreditasi Online bertujuan :
a. Mempercepat proses pelaksanaan akreditasi dengan menggunakan ICT
b. Meningkatkan efisiensi pelaksanaan akreditasi
c. Mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang diterapkan dalam proses akreditasi
d. Mempercepat proses komunikasi antara BAP-S/M dan sekolah/madrasah dalam proses akreditasi secara akurat dan profesional
e. Memanfaatkan SIA-S/M yang telah dikembangkan oleh BAN-S/M

Akreditasi Online diharap bermanfaat:
a. Meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas BAN-S/M dalam pelaksanaan akreditasi
b. Untuk mewujudkan badan akreditasi yang independen, maju, dan modern
c. Meningkatkan kemampuan sekolah/ madrasah dalam menggunakan ICT dalam proses akreditasi secara cepat, tepat dan akurat
d. Membawa perubahan di kalangan guru, siswa, dan orang tua dalam penggunaan ICT di sekolah/madrasah
Share:

Efektifitas pembelajaran dengan media animasi pada mata pelajaranakuntansi perbankan terhadap hasil belajar siswa

Efektifitas pembelajaran dengan media animasi pada mata pelajaran akuntansi perbankan terhadap hasil belajar siswa / Eka Erny Kurnia Sari

Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Akuntansi 2011

Kode Buku : Rs 657.8333 SAR e

Kata Kunci : Media Animasi, Hasil Belajar

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mata pelajaran akuntansi perbankan pada pembelajaran menggunakan media animasi dan pembelajaran konvensional. Media animasi dalam penelitian ini dikemas dalam bentuk video pembelajaran menggunakan aplikasi gabungan program Software adobe photoshop, adobe after effect dan adobe premiere sehingga mampu mengintegrasikan antara teks, gambar, suara, video dan animasi yang menarik. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas I AK SMK PGRI 2 Malang sebagai kelas kontrol dan kelas I AK SMK PGRI 6 Malang sebagai kelompok eksperimen.

Pengujian hipotesis menggunakan uji t (t-test). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen terdapat perbedaan rata-rata prestasi (post test). Perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan hasil belajar siswa kelas kontrol dalam mata pelajaran akuntansi perbankan menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol.




Hasil penelitian ini mendukung teori motivasi menurut Keller (dalam Oenfiati, 2002) yang menyatakan bahwa motivasi merupakan konsep hipotetis untuk suatu kegiatan yang dipengaruhi oleh attention, relevance, confidence, dan satisfaction (ARCS), serta sejalan dengan beberapa temuan empiris sebelumnya. Ada beberapa kelemahan dari penelitian ini, salah satunya adalah penelitian ini hanya berlangsung selama satu kali pertemuan, sehingga menyebabkan materi pelajaran akuntansi yang diajarkan pada penelitian ini hanya satu sub pokok bahasan yaitu sub pokok bahasan akuntansi kliring

Ingin membaca dan mempelajari lebih lanjut tentang Efektifitas pembelajaran dengan media animasi pada mata pelajaran akuntansi perbankan terhadap hasil belajar siswa Efektifitas pembelajaran dengan media animasi pada mata pelajaran akuntansi perbankan terhadap hasil belajar siswa secara lengkap dapat dilihat pada sumber di bawah.



http://mulok.library.um.ac.id/index3.php/47977.html

Hasil Penelitian Media Pengajaran, Belajar Media Kreatif, Pelatihan Mencipta Media, Media Pengajaran Kreatif, Media Pengajaran Interaktif, Media Pengajaran Multimedia
Share:

PowerTools Lite 2011 Untuk Optima Komputer

PowerTools Lite adalah versi freeware Macecraft profesional, Perangkat Lunak paket kelas jv16 utilitas PowerTools, untuk membantu semua pengguna PC Windows dengan mudah





Namun efektif untuk memperbaiki kesalahan sistem dan menghapus data yang tidak perlu. PowerTools Lite adalah utilitas yang dirancang untuk menjadi solusi dalam membersihan PC dan memperbaiki kesalahan yang terjadi. Program ini akan mengoptimalkan sistem anda dan akan meningkatkan kinerja komputer anda.

PowerTools Lite memungkinkan pemilik PC untuk mendapatkan keuntungan dari sistem yang aman dan registri yang bersih. PowerTools Lite juga membersihkan data yang tidak perlu dari registri anda, MRU dan data sejarah dari semua aplikasi utama dan Windows itu sendiri, menghapus file sementara yang tidak perlu untuk membersihkan seluruh PC.

Software ini freeware sehingga gratis saat di gunakan, rumah dan komersial sama-sama dapat manfaat dari PowerTools Lite tanpa harus membayar untuk aplikasi ini, memungkinkan penghematan dalam memperbaiki registri yang sebanding dengan biaya menggunakan dukungan profesional TI.

Download di sini :
null
Share:

Software Percepat Copy (TeraCopy v2.2 + Serial Key)

TeraCopy adalah sebuah program yang dirancang kompak untuk menyalin dan memindahkan file pada kecepatan maksimum. Dengan TeraCopy v2.2 Final ini kita dapat merasakan sangat jauhnya perbedaan proses copy dan move dibandingkan dengan manual, teracopy memberikan kita banyak fitur diantaranya :




Copy files faster : TeraCopy menggunakan buffer yang disesuaikan secara dinamis untuk mengurangi pencarian berulang. Asynchronous copy mempercepat transfer file antara dua hard drive fisik.
Pause and resume file transfers. Jeda proses salinan setiap saat untuk membebaskan sumber daya sistem dan lanjutkan dengan satu klik.
Error recovery. Dalam kasus copy error, TeraCopy akan mencoba beberapa kali dandalam kasus lebih buruk hanya melewatkan file, tidak mengakhiri seluruh transfer.
Interactive file list. TeraCopy menunjukkan file gagal transfer dan memungkinkanAnda memperbaiki masalah dan hanya masalah recopy file.
Shell integration. TeraCopy dapat sepenuhnya menggantikan fungsi Explorer menyalin dan bergerak, yang memungkinkan Anda bekerja dengan file seperti biasa.

Full Unicode support.

Download di sini :
null
Share:

Pentingnya “Rancangan” Materi Pelajaran

Ada pepatah mengatakan, “Guru itu semalam lebih tahu dari pada murid-muridnya.” Seorang guru yang baru biasanya “wayangan” untuk mempelajari materi yang akan diajarkan keesokan harinya. Sukses tidaknya pelajaran di kelas, ditentukan oleh persiapan yang dilakukan oleh sang guru. “No plan is no brain” tanpa rencana sama berarti tak ada otak, demikian kata pakar manajemen.



Rancangan mata pelajaran atau disebut juga satuan pelajaran atau “lesson plan” sudah seharusnya menjadi persiapan mengajar di setiap hari bagi guru-guru baru atau mahasiswa-mahasiswa yang akan melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Karena persiapan adalah sangat krusial, persiapan pengajaran memegang peran lebih dari enam puluh persen dari suksesnya pelajaran. No preparation, no teaching. Apa yang akan diajarkan jika rancangan dan persiapan tidak ada sama sekali?



Pengajaran Efektif,
Pengajaran efektif mutlak didasari perencanaan yang cermat. Setiap satuan pelajaran atau seluruh mata pelajaran harus diartikulaiskan tujuan pelajaran atau lesson outcome dengan mencakup hal sebagai berikut:
• Outcome (hasil) yang diinginkan.
• Apa yang akan dipelajari oleh anak didik? (konsep, ketrampilan, fakta ataukah nilai-nilai?)
• Teknik yang akan digunakan atau strategi yang akan diangkat dalam menyajikan materi
• Bagaimana menentukan pengujian atau assessment atas apa yang diajarkan kepada anak didik dan evaluasi bagi sang guru apakah rancangan itu sesuai dengan apa yang diharapkan. Meskipun demikian, dokumen rancangan pelajaran harus fleksibel. Para mahasiswa PPL dan guru-guru baru harus mampu menguasai bagaimana menambah dan menerapkan perubahan-perubahan selama menyajikan pelajaran. Karena tidak segalanya akan berjalan sesuai rencana.


Lesson Outcome (Tujuan di setiap episode pengajaran)

Tujuan pengajaran yang tercakup dalam lesson plan (satuan rancangan pelajaran)
meliputi:
• Identifikasi pentingnya …(sesuatu)
• Diskusi tentang …
• Pengertian tentang …
Spesifikasi tujuan-tujuan diatas harus diukur dengan tujuan dari kurikulum yang ada
dengan cara merumuskan satu atau dua outcome yang memfokuskan dalam satuan pelajaran dengan mempertimbangkan isi materi pelajaran, pengaruh dan proses kognisinya. Prior knowledge atau disebut juga pengetahuan dasar anak didik.perlu dipertimbangkan dalam menyusun rancangan pelajaran demi kesuksesan penyajian materi pelajaran yang bersangkutan. Hal-hal yang diperhitungkan dalam pengetahuan dasar anak didik meliputi pengetahuan, ketrampilan atau keahlian, pengalaman dan penanaman nilai yang telah
menyerap pada mereka sebelum melangkah pada phase pengajaran berikutnya.
Persiapan materi yang mendukung harus diperhitungkan sebelum pengajaran dimulai seperti Overhead Projector, laboratorium, dan semua instansi-instansi yang terlibat. Ini juga termasuk uji coba sumber pembelajaran dan test waktu apakah tugas yang akan diberikan akan mampu diselesaikan dalam kurun waktu yang tersedia.

Pembagian Alokasi Waktu
Dalam mempertimbangkan alokasi waktu pelajaran, seorang guru harus berpegangan pada realistic plan. Pertimbangkan short attention span atau daya tahan anak didik untuk mampu menyerap pelajaran yang diberikan. Seberapa menariknya proses pembelajaran, tapi diberikan lebih dari satu jam lamanya kepada anak-anak di Sekolah Dasar, maka akan berakibat disaster, atau paling tidak, menjadi membosankan. Begitu juga dengan anak-anak didik di SLTP and SLTA, jika pengajaran terlalu singkat, maka mereka cenderung gaduh, tidak mempedulikan guru karena sedikitnya tugas yang harus mereka lakukan.

Pembagian alokasi waktu dapat dikategorikan menjadi introduksi atau stimulasi,
pengembangan, konsolidasi dan kulminasi atau, puncak atau penutup. Phase stimulasi berisi perncananan tentang strategi memotivasi untuk menangkap perhatian anak-anak didik. Dalam hal ini bisa termasuk penggunaan alat-alat atau instrument untuk merangsang keingintahuan mereka. Selain itu, dua hal utama dalam phase ini disinggung yaitu penjelasan tentang apa yang akan disinggung dan dilpelajari dalam episode pelajaran tersebut dan kesinambungan tujuan pelajaran yang telah lalu.

Phase pengembangan adalah mengenalkan aktivitas pelajaran dengan jelas dan masuk akal. (clear and logical manner). Sang guru mesti mempertimbangkan sequence atau urutan-urutan aktifitas dalam pengembangan tugas-tugas pembelajaran. Pemahaman anak-anak didik harus dimonitor secara cermat dengan melibatkan investigasi atau meneliti sesuatu, mendengarkan penjelasan sang guru dan mencatat informasi tersebut ke dalam dokumentasi mereka.
Dalam phase pengembagan ini perlu dipertimbangkan:
• Pengorganisasian kelas (pembagian tugas, siapa yang akan bertanggung jawab atas
pengambilan buku dan pengembalikannya ke perpustakaan, pengambilan OHP ke kantor dan mengembalikan ke kantor, kapur atau spidol kalau habis, dan lain sebagainya.
• Pertanyaan-pertanyaan kunci atau diskusi poin yang harus ditekankan agar anak didik memahami tentang materi pelajaran.
• Keterangan-keterangan yang jelas tentang aktivitas yang harus dipenuhi.
• Yang paling penting adalah focus atas ‘apa’ yang anak didik lakukan, bukan apa-apa
yang guru lakukan di dalam kelas.

Phase konsolidasi biasanya berisikan pemberian kesempatan kepada anak-anak didik untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang harus dikuasai melalui pengajaran yang baru saja dijelaskan. Mereka dituntut mampu mendemonstrasikan problem solving (penyelesaian masalah), penyajian atau presentasi dan mengajukan pendapatnya. Guru harus mampu memotivasi anak didiknya untuk menggali potensi dan pemahaman anak didik tentang materi pelajaran, tidak hanya menunggu anak didik bertanya tetapi merangsang and memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersangkutan dengan materi.
Phase kulminasi atau disebut juga penutup adalah summary atau men yimpulkan dari
aktivitas pelajaran yang baru berlangsung. Guru mengulang dan menggarisbawahi apa apa yang terpenting dari materi yang dilewati atau menanyakan bagaimana perasaan anak-anak didik setelah melengkapi tugas-tugas yang diberikan selama pelajaran (sense of completion). Dalam tahapan ini banyak para guru senior memberikan pekerjaan rumah atau digunakan untuk bersih-bersih kelas, pengembalikan peralakan ke perpustakaan, laboratorium, kantor dan lain sebagainya.

Assessment dan Evaluasi
Perencanaan dalam pengajaran harus mencakus aspek assessment dan evaluasi. Dua hal ini seringkali terlupakan dalam merencanakan rancangan satuan pelajaran. Assessment adalah satu bagian integral dari proses belajar mengajar, yang dapat memberikan akses secara langsung kepada guru apakah pola pikir anak didik telah mampu menyerap dan mengikuti keterangan-keterangan yang baru saja disampaikan. Bagi para mahasiswa PPL seharusnya proses assessment ini berlangsung selama pengajaran berlangsung dengan cara observasi pada aktivitas siswa, mengoreksi hasil-hasil kerja anak didik, menangkap jawaban-jawaban yang disampaikan mereka atas pertan yaan-pertanyaan yang diberikan melalui diskusi di kelas.

Sedangkan evaluasi digunakan sebagai alat pengukur pada kesuksesan pengajaran yang berlangsung. Para mahasiswa PPL dan guru-guru baru sebaiknya mengukur kelemahan dan keunggulan dari strategi yang diterapkan. Kemudian mencatat adakah area of concern (aspek-aspek yang perlu dikhawatirkan) serta keinginan yang ingin dikembangkan pada pelajaran berikutnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi proses
pengajaran antara lain:
• Bagaimana mengantisipasi pelajaran untuk meraih outcome pelajaran?
• Apakah ada perubahan-perubahan yang terobservasi dari pengetahuan, ketrampilan dan
tingkah laku anak didik dalam pengajaran? Seperti apa perubahan itu?
• Bagaimana materi pelajaran mengakomodasi perbedaan-perbedaan kemampuan
diantara siswa?
• Aspek apakah dalam materi pelajaran yang dapat ditingkatkan?

Sedangkan pertanyaan-pertanyaan untuk evaluasi bagi sang pengajar meliputi:
• Apakah persiapan pelajaran (lesson plan) sudah efektif?
• Apakah rencana pelajaran sudah cukup detail? Mengapa?
• Apakah strategi dapat ditingkatkan untuk pelajaran berikutnya?
• Apakah class management (pengelolaan / pengaturan kelas) sudah efektif dan efisien?
Mengapa?

Untuk mengevaluasi struktur pelajaran pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut harus
diajukan:
• Apakah prior learning (pengetahuan siswa materi sebelum materi pelajaran) telah
diantisipasi?

• Apakah tahap introduksi atau stimulasi cukup memotivasi siswa? Bagaimana tanggapan mereka pada saat itu?
• Apakah pelajaran mengalir secara teratur? (siswa-siswa tidak bosan, gaduh ataupun tidak mematuhi aturan?)
• Apakah siswa diberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan apa-apa yang
dipelajarinya?
• Apakah materi pendukung dan peralatan-peralatan Bantu cukup efektif dalam
pelajaran?
• Apakah assessment yang lebih efektif perlu diterapkan untuk materi pelajaran?
• Apakah ada hal-hal yang terjadi tanpa diantisipasi dalam rancangan pelajaran?
• Apakah phase kulminasi atau penutup cukup efektif untuk meringkas materi pelajaran
yang bisa saja diajarkan?

Kesimpulan

Jika persiapan yang dirancang oleh calon guru dan para guru mencakup hal-hal yang
tercantum diatas, seperti hanya lesson outcome (tujuan pengajaran), indikasi, pembagian alokasi waktu, aktivitas yang detail dan kulminasi, niscaya pelajaran akan berjalan lebih lancar dan terarah. Meski kita tidak pernah bisa meramalkan apa saja yang terjadi di hadapan kita, paling tidak kita harus mempersiapkan dari sebagai pendidik dan pengajar.
Dari hal-hal yang kecil inilah mata pelajaran tergantung pada tangan-tangan kita. Sang guru memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak bangsa, tunas harapan masa depan di pundaknya.

Newcastle, 22 Juni 2009
*) Yusdi Maksum (yusdi.maksum@yahoo.com.au) The author currently studies Postgraduate Diploma in Education at The University of Newcastle Australia, graduated from University of Yogyakarta State.
Share:

Label

Artikel (14) Belajar Media Kreatif (10) Media Pengajaran Interaktif (10) Media Pengajaran Kreatif (10) Media Pengajaran Multimedia (10) Pelatihan Mencipta Media (10) Software AudioVisual (8) Tutorial Media (6) Contoh Media (5) Data Workshop Media Pengajaran (5) Hasil Penelitian Media Pengajaran (3) Tempat Kegiatan Workshop (2) Akreditasi Madrasah (1) Akreditasi Sekolah (1) Attribution Theory in Classroom (1) BIMTEK PTK (1) Belajar Kreatif Mediatama Ngajnuk (1) Belajar Kreatif Mediatama Tulungagung (1) Belajar kreatif Tuban (1) Bimbel Les Skolastik (1) Bimbel TPS SBMPTN (1) Jadwal Kegian BKM (1) Kegiatan Belajar kreatif Ngawi (1) Kegiatan Bimbtek PTK (1) Kontak Belajar Kreatif Mediatama (1) Les Baca (1) Les Calistung (1) Les TPA SBMPTN (1) Lokasi Kegiatan Belajar Kreatif (1) M.Pd (1) Media Belajar Kreatif (1) Pelatihan Media Tulungagung (1) Pembuat Media Belajar di Trenggalek (1) Pembuatan Media Negara (1) Pengajaran Efektif (1) Privat Bimbel SBMPTN (1) Psikologi daya rekat (1) Seminar Media Belajar Negara (1) Seminar Media Belajar Ngajuk (1) Seminar di Ngawi (1) Seminar di Tulungagung (1) Tempat Privat SBMPTN (1) Workshop Belajar Kreatif Negara (1) Workshop Media Belajar Ngajuk (1) Workshop Media Belajar Ngawi (1) Workshop Media Belajar Tuban (1) Workshop Media Tulungagung (1) Workshop di Trenggalek (1) Yoko Rimi (1) academic motivation (1) adblock iklan (1) akreditasi online (1) akreditasi sekolah madrasah (1) anggaran pendidikan (1) bap (1) domain internet (1) domain nama negara (1) flashblock iklan (1) ikatan sosial rakyat (1) jenis media pengajaran (1) keunggulan rsbi (1) kritik mendidik (1) kualitas pendidikan (1) kualitas rsbi (1) kurikulum pendidikan (1) major learning problem (1) media pendidikan (1) media pengajaran (1) mru (1) pendidikan dari kiritk (1) pendidikan kartini (1) pendidikan liberal (1) pendidikan rsbi (1) power tools (1) power tools lite (1) proses akreditasi online (1) recopy file (1) rsbi mahal (1) sejarah media pengajaran (1) sekolah rsbi (1) sense of completion (1) sifat media pengajaran (1) teracopy (1)

Artikel Media

GAMBAR ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

GAMBAR ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Zulaikhah Zulaikhah   Abstract   Abstrak Media gambar animasi yang berupa fil...